SYAAMIL.ID DIBACA SAAT SANTAI
Beranda
Karya ▾
Profil Penulis Dashboard
MOZAIK • 13 Oct 2026 • 33x dibaca

👩 4 Surah An-Nisa’ (Perempuan-perempuan)

Penamaan surah ini diambil dari banyaknya pembahasan tentang perempuan, terutama terkait hak, kewajiban, dan perlindungan mereka dalam masyarakat, yang dijelaskan sejak awal surah.

Surah An-Nisa’ merupakan surah ke-4 dalam Al-Qur’an. Kata “An-Nisa’” berarti “perempuan”. Surah ini terdiri dari 176 ayat dan tergolong Madaniyah. Penamaan surah ini diambil dari banyaknya pembahasan tentang perempuan, terutama terkait hak, kewajiban, dan perlindungan mereka dalam masyarakat, yang dijelaskan sejak awal surah. Secara umum, surah ini membahas hukum keluarga, sosial, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
Disebut demikian karena surah ini banyak membahas hak-hak perempuan, hukum pernikahan, mahar, warisan, perlindungan terhadap perempuan dan anak yatim. Ini adalah surah yang sangat menonjol dalam membela hak perempuan, sesuatu yang pada masa itu belum lazim dalam sistem sosial Arab.
Surah An-Nisa turun setelah terbentuknya masyarakat Islam di Madinah. Pada masa itu muncul persoalan sosial yang nyata, yaitu banyak wanita menjadi janda setelah peperangan. Selain itu, surah ini membahas anak-anak yatim yang kehilangan perlindungan, masalah warisan, serta ketidakadilan dalam keluarga.
Allah menurunkan surah ini untuk menata masyarakat dengan keadilan, terutama dalam hal hak perempuan, perlindungan anak yatim, hukum waris, pernikahan dan keluarga, keadilan sosial, dan pemerintahan.
Surah ini adalah konstitusi perlindungan bagi yang lemah.
Asbābun Nuzūl (Sebab Turun)
Surah ini turun bertahap sesuai dengan berbagai peristiwa. Beberapa contoh sebab khusus:
1. Ayat tentang anak yatim (4:2–10)
Turun karena ada wali yang menyalahgunakan harta anak yatim. Allah melarang keras memakan harta mereka secara zalim.
2. Ayat tentang warisan
Pada masa Arab jahiliyah, perempuan dan anak kecil tidak mendapat warisan. Ayat waris turun untuk menghapus ketidakadilan itu.
3. Ayat tentang ketaatan kepada pemimpin (4:59) Turun dalam konteks pengaturan kepemimpinan dan penyelesaian konflik di masyarakat Madinah.
Apa yang Allah Inginkan dari Manusia Melalui Surah Ini?
1. Keadilan Sosial
Iman tidak cukup di hati. Ia harus tampak dalam perlakuan adil terhadap keluarga dan masyarakat.
2. Perlindungan terhadap yang Lemah
Allah sangat tegas dalam soal anak yatim dan perempuan. Artinya ukuran ketakwaan adalah, bagaimana kita memperlakukan yang tidak berdaya.
3. Amanah dalam Kekuasaan
Setiap pemimpin harus adil dan tidak zalim.
4. Integritas dan Kejujuran
Larangan memakan harta secara batil menunjukkan pentingnya etika ekonomi.
5. Iman yang Mewujud dalam Sistem Hidup
Surah ini menegaskan bahwa agama bukan hanya ibadah ritual, tetapi aturan hidup sosial.
Jika surah Al-Fatihah adalah doa, Surah Al-Baqarah adalah sistem kehidupan, Surah Ali 'Imran adalah penguatan dalam ujian, maka Surah An-Nisa adalah penegasan keadilan dalam masyarakat.
Allah menginginkan manusia bertakwa dalam keluarga, adil dalam harta, amanah dalam kepemimpinan, melindungi yang lemah, dan menjadikan iman sebagai dasar keadilan sosial.
Mentadaburi Surah An-Nisa berarti belajar bahwa ukuran keimanan bukan hanya seberapa sering kita beribadah, tetapi seberapa adil kita memperlakukan sesama.
(Dari buku : 'Analisis 114 Surah-surah dalam Al-Quran' - 2026 - Karya Khanif Fauzan)
TAGS: mozaik, surah an nisa

Lanjut Baca Tulisan Sejenis

Mozaik
👨‍👩‍👧 3 Surah Ali 'Imran (Keluarga Imran)
Mozaik
🐄 2 Surah Al-Baqarah (Sapi Betina)
Mozaik
🍽 5 Surah Al-Ma'idah (Hidangan)